Aplikasi PMP Kemdikbud

Aplikasi SIM PMP kepanjangan dari Sistem Informasi Manajemen Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar. Sistem Penjaminan Mutu yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terdiri atas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPMI dilaksanakan oleh satuan pendidikan, sedangkan SPME dilaksanakan oleh institusi di luar satuan pendidikan seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Standar Nasional Pendidikan, dan Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah.

Penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah adalah suatu mekanisme yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu dan aturan yang ditetapkan. Untuk dapat melakukan penjaminan mutu pendidikan dengan baik diperlukan adanya sistem penjaminan mutu pendidikan.


Dalam rangka memfasilitasi agar proses pelaksanaan system penjaminan mutu untuk satuan pendidikan berjalan lebih efektif dan efisien, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengembangkan Aplikasi Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP). Adanya Aplikasi PMP diharapkan dapat memberikan fasilitasi satuan pendidikan dalam penerapan sistem penjaminan mutu dalam rangka memperkuat upaya satuan pendidikan dalam memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Aplikasi PMP dirancang sedemikian rupa sesuai dengan kaidah-kaidah Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah yang bertujuan untuk menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan dasar dan menengah secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan pendidikan secara mandiri. Di dalam aplikasi PMP tersedia kuesioner untuk setiap stakeholder sekolah yang digunakan untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.

Secara teknis Aplikasi PMP bersifat komponen opsional (add ons/pengaya) dari Aplikasi Dapodik, maka Aplikasi PMP akan dapat diinstall dan berjalan jika dikomputer tersebut telah ter-install Aplikasi Dapodik. Secara otomatis Aplikasi PMP akan mengambil entitas data pokok dari Aplikasi Dapodik seperti data profil sekolah, PTK, PD dan lainnya. Selanjutnya Aplikasi PMP akan menampilkan daftar pertanyaan/kuesioner untuk masing-masing entitas data tersebut.

Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) adalah lembaga yang berada di tingkat provinsi di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah yang bertugas melaksanakan Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah di provinsi berdasarkan kebijakan nasional. LPMP yang akan melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap implementasi dan pelaksanaan Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah menggunakan Aplikasi PMP.

Aplikasi PMP dapat diunduh pada laman : http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/. Dan selanjutnya panduan teknis serta informasi-informasi seputar Aplikasi PMP dan pelaksanaan Sistem penjaminan mutu pendidikan akan diunggah melalui laman: http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/.

Demikian informasi yang kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terimakasih.


Cara Penggunaan Modul Guru Pembelajar

Cara Penggunaan Modul

Untuk memahami dan mampu melaksanakan seluruh isi dalam modul ini Anda diharapkan membaca secara seksama, menelaah informasi tambahan yang diberikan oleh fasilitator, serta menggali lebih dalam informasi yang diberikan melalui eksplorasi sumber-sumber lain, melakukan diskusi, serta upaya lain yang relevan. Pada tahap penguasaan keterampilan diharapkan Anda mencoba berbagai keterampilan yang disajikan secara bertahap sesuai  dengan langkah dan prosedur yang  dituliskan dalam modul ini. Cobalah  berkali-kali dan kemudian Anda bandingkan keterampilan yang Anda kuasai dengan kriteria yang ada dalam setiap pembahasan.


Selain itu Anda juga diminta untuk mengerjakan berbagai tugas/ latihan/ kasus yang disajikan. Pengerjaan tugas/ latihan/ kasus didasarkan pada informasi yang ada pada modul ini sebelumnya, dan kemudian diperkaya dengan berbagai informasi yang Anda dapat dari sumber-sumber lain.

Evaluasi merupakan tugas lain yang perlu Anda kerjakan sehingga secara mandiri Anda akan dapat mengetahui tingkat penguasaan materi yang disajikan. Pada setiap akhir kegiatan pembelajaran disajikan kunci jawaban dari evaluasi tersebut, namun demikian Anda tidak diperkenankan membuka
dan membacanya sebelum soal evaluasi Anda selesaikan. 


Guna menguasai isi modul ini, peserta diharapkan melakukan aktivitas sebagai berikut.
  1. Membaca secara menyeluruh dan cermat materi dasar pemahaman terhadap kegiatan pembelajaran 
  2. Tulislah hal yang dianggap penting dalam buku catatan dan didiskusikan dengan sejawat, baik isi, penjelasan dan peluang pengembangannya.
  3. Eksplorasi diri sendiri yang yang ditulis dalam modul ini sudah dapat dikuasi dan telah, belum direncanakan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling  sehingga terwujud kemartabatan profesional sesuai dengan kode etik yang diemban bersama organisasi profesi. 
  4. Bentuk kelompok antara 5 – 8 orang anggota untuk mendiskusikan tugas atau kasus yang ditunjukkan di akhir setiap bab pada modul ini. 
  5. Diskusikan solusi atas tugas yang diberikan dan buatlah tayangan power point atau bentuk lainnya untuk dipresentasikan pada sesi pleno berikutnya. 
  6. Cocokkan jawaban tugas dengan rubrik jawaban yang tersedia pada kunci jawaban.

Aplikasi Dapodik PAUD-DIKMAS 2016-2017

Update Dapodik paud dikmas 3.00 tahun 2016 2017 akan segera hadir
Alamat dapodik sudah pindah ke alamat dapo.paud.dikmas.kemdikbud.go.id
manajemen dapodik paud dikmas di http://manajemen.paud-dikmas.kemdikbud.go.id

  1. Urutan Instalasi Dapodik 
  2. Persiapan sebelum instal dapodik
  3. Cara Hapus dapodik lama
  4. Cara generate prefill dapodikdas
  5. Cara mengetahui Kode Registrasi dapodik di komputer
  6. Cara Instal Dapodik
  7. Cara Registrasi Dapodik
  8. Memasukkan Prefill Dapodik di laptop
  9. Google Chrome Untuk Dapodikdas
  10. Solusi Kode Registrasi Tidak Ditemukan
Sejak tahun 2006, Ditjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS), yang kemudian  berubah menjadi Ditjen PNFI dan lantas berubah lagi menjadi Ditjen PAUDNI dan  kini berubah nomenklatur menjadi Ditjen PAUDNI, telah memiliki komitmen yang kuat dalam membangun Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Nonformal dan Informal (SIMPNFI).
Seiring dengan perubahan nomenklatur itu dan peningkatan peran, pengelolaan data dan informasi berkembang melalui pengelolaan data pokok pendidikan (DAPODIK) PAUD-DIKMAS.

Aplikasi Dapodik PAUD-DIKMAS 2016


DAPODIK PAUD-DIKMAS sangat diperlukan untuk  penyiapan data dan informasi bahan perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi pelaksanaan semua program di lingkungan Ditjen PAUDNI.

Aplikasi terbaru dapodik paud dikmas 3.00 bisa diunduh di link https://drive.google.com/open?id=0B__bTCrrTvoNcERqWEo4VEd1M3c

Kemdikbud telah meluncurkan aplikasi Dapodikdas dan Dapodikmen. Kali ini menyusul Aplikasi Dapodik untuk PAUD. Silakan unduh aplikasi dapodik paud versi terbaru  di tautan ini.
Instrumen formulir pendataan klik di sini

Alamat Cek Pengiriman di link http://jetjetsemut.blogspot.com/2016/04/dapopaud-dikmaskemdikbudgoid-alamat.html

Untuk Link Generate Prefill Dapodik PAUD ni di Link http://118.98.233.179:9050/


Untuk instal dapodik paud membutuhkan kode registrasi dapodik paud.


Pemahaman Sesat Full Day School

Tiba-tiba saja Menteri Pendidikan yang baru dilantik menggulirkan gagasan sekolah sehari penuh atau full day school (FDS). Apa dasar pemikirannya? Beberapa alasan yang dia ungkapkan terdengar konyol dan asal-asalan.

Anak-anak, menurut Menteri, banyak yang terlantar di rumah sepulang dari sekolah, karena kedua orang tua mereka masih bekerja. Ketimbang anak-anak hanya sendiri, atau ditemani pembantu, lebih baik mereka berada di sekolah.

Ingat, gagasan menteri ini adalah menerapkan sekolah sampai jam 5. Asumsi itu hanya benar untuk para pegawai swasta, kebanyakan di kota-kota besar. Sebagai menteri seharusnya dia tahu bahwa jam kerja PNS di daerah tidak sampai jam 5 sore.

Pemahaman Sesat Full Day School

Tentu saja itu juga tidak berlaku bagi petani, nelayan, dan berbagai jenis profesi lain. Hal yang tak kalah penting, tidak semua pasangan ayah ibu bekerja. Banyak juga istri yang tidak bekerja. Apakah Menteri sudah memeriksa data?

Jadi boleh dibilang kebijakan ini sebenarnya hanya akan memenuhi kebutuhan sebagian kecil orang saja. Tapi kenapa kebijakan ini harus diterapkan kepada orang-orang yang tidak memerlukannya?

Sudahkah Menteri membayangkan bagaimana sebuah FDS di sebuah kampung nelayan di pesisir pulau Kalimantan sana?

Segala bentuk pelajaran tambahan atau les, kata Menteri, akan dilaksanakan di sekolah. Sanggupkah sekolah menyediakannya? Mustahil!

Anak-anak saya ikut les gitar, karate, tae kwon do, dan renang. Anak-anak tetangga ikut les piano, balet, melukis, dan sebagainya. Bagaimana sekolah akan mengakomodasi semua itu? Mustahil!

Yang akan terjadi nanti adalah pemaksaan kegiatan ekstra, mengikuti hanya yang bisa disediakan sekolah saja.

Lalu bagaimana dengan segala jenis TPA dan madrasah sore yang selama ini sudah menjalankan kegiatan? Tutup saja?

FDS kata Menteri akan dilengkapi dengan materi pendidikan karakter. Apa hubungannya? Pendidikan karakter tidak ada hubungan dengan berapa jam anak-anak sekolah.

Selama ini pendidikan karakter tidak dijalankan bukan karena kekurangan waktu belajar, tapi karena memang tidak diperhatikan. Kurikulumnya tidak menyentuh aspek itu, guru-gurunya tidak siap.

Apalagi fasilitas sekolah, jauh dari cukup. Kalau mau membangun pendidikan berkarakter, kenapa tidak fokus saja ke situ tanpa FDS?

Anak-anak, kata Menteri, akan dibekali dengan pelajaran agama yang bisa menangkal paham radikal. Aduh, ini asumsi yang sudah terlalu jauh. Apakah Menteri sudah meneliti apa dan bagaimana paham radikal itu?

Lalu, bagaimana dengan masalah pendidikan yang selama ini masih menumpuk? Kurikulum 2013 masih belum jelas bagaimana juntrungnya. Guru-guru masih bingung melaksanakannya. Mereka belum siap, belum punya skill memadai.

Buku-bukunya berkualitas sangat rendah, sangat jelas terlihat disusun secara asal-asalan. FDS jelas aja mempengaruhi lagi bahan ajar. Lalu, bagaimana format bahan ajar baru nanti? Ganti lagi?

Soal Ujian Nasional juga masih mengambang.

Di tengah berbagai persoalan itu, kenapa perlu ada gagasan FDS? Gagasan ini sepertinya hanya membuat kegaduhan dan blunder saja. edukasi kompas.com

Full Day School jangan Bikin Murid Stress

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginginkan agar kajian terhadap sistem belajar full day school seperti yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dilakukan lebih komprehensif guna menghindari terjadinya polemik di masyarakat.

"Saya ingin agar kajiannya lebih komprehensif, dan buat saya syaratnya satu saja, sekolah harus menyenangkan, jangan sampai mereka (anak didik) tertekan atau stres," kata Ganjar di Semarang, Senin, 8 Agustus 2016. BACA: Kak Seto Minta Full Day School Dipertimbangkan Lagi

Menurut Ganjar, sistem belajar di sekolah seperti "full day school" itu mendekati sistem sekolah lima hari dalam sepekan dengan harapan pada akhir pekan bisa berinteraksi antaranggota keluarga.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengungkapkan bahwa ada  permasalahan muncul mengenai transportasi terkait dengan penetapan "full day school" dan lima hari sekolah.


"Kalau di desa akan muncul permasalahan mengenai transportasi, kalau di perkotaan sangat bisa diterapkan, sudah saya evaluasi soalnya," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Ganjar, sistem belajar full day school harus diujicobakan di beberapa sekolah jika pemerintah ingin menerapkannya.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy menggagas pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun swasta, menggunakan sistem full day school agar anak tidak sendiri ketika orang tua mereka masih bekerja.

"Dengan sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orang tua mereka masih belum pulang dari kerja," katanya di Malang, Minggu (7/8).

Menurut Muhadjir, kalau anak-anak tetap berada di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas-tugas sekolah dan mengaji sampai dijemput orang tuanya usai jam kerja.

"Dan, anak-anak bisa pulang bersama-sama orang tua mereka, sehingga ketika berada di rumah, mereka tetap dalam pengawasan, khususnya orang tua," katanya.

Menyinggung penerapan "full day school" bagi pendidikan dasar tersebut, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengatakan saat ini masih terus dilakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, mulai di pusat hingga di daerah.

"Nantinya memang harus ada payung hukumnya, yakni peraturan menteri, tapi untuk saat ini masih sosialisasi terlebih dahulu secara intensif," ujarnya.

Kemdikbud akan Tinjau Ulang Sekolah Gratis

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan meninjau ulang kebijakan sekolah gratis yang dianggap sering kali menghambat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

"Sekolah gratis bukan berarti mematikan partisipasi masyarakat," kata Mendikbud Muhadjir Effendy setelah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin, 8 AGustus 2016.

Selanjutnya Mendikbud yang  mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Jawa Timur itu akan membuka partisipasi masyarakat di sekolah.


"Biar nanti masyarakat yang menentukan sendiri, terutama lembaga seperti komite sekolah akan kami perkuat lagi," kata Muhadjir.

Pihaknya juga akan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan pengelolaan lembaga pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga menyampaikan bahwa saat ini kurikulum pendidikan 2013 yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2013 masih dilaksanakan di sekolah-sekolah.

"Iya, kurikulum 2103 masih jalan terus. Tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak menerapkan kurikulum tersebut," ujarnya.
ANTARA

Mendikbud: Tanamkan Skill Kepada Siswa


Sekolah dinilai perlu mengajarkan mengembangkan kemampuan keterampilan kepada peserta didik. Dengan kata lain, tidak hanya mengajarkan pada bidang akademik tapi juga life skill.

“Setidaknya ketika tamat sekolah dan tidak bisa melanjutkan, mereka bisa bekerja sesuai keterampilan yang telah dibekali di sekolah,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat Pembukaan Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) 2016 di Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Senin (1/8).


Muhajdir menerangkan terdapat negara lain yang tidak memperbolehkan untuk memperkerjakan tamatan SMP bahkan SMA sekali pun. Para perekrut tenaga kerja justru akan dipenjara apabila menerima lulusan yang tidak dibekali keterampilan sama sekali. Oleh sebab itu, negara tersebut menekankan lulusannya untuk bisa mengenyam kursus setelah selesai dari lembaga pendidikan formal.

Melihat situasi itu, Muhadjir berpendapat, Indonesia tentu belum bisa menerapkannya. Karena itu, dia menekankan, sekolah agar bisa mengajarkan dan membekali ilmu keterampilan kepada peserta didiknya. Sejauh ini sudah ada sekolah yang menenkankan pada keterampilan, seperti sekolah satu atap maupun sekolah terbuka.